Jumat, 11 Oktober 2013

Harry Potter and the Sex Lesson [Part 3]

Seperti kisah yang sebelumnya,Kisah Harry Potter ini masih mengambil background story dari kisah asli Harry Potter versi J.K Rowling dengan tambahan kisah sensual ciptaan saya sendiri.



                Terbangun dari tidurnya Harry melihat langit diluar sudah sangat gelap dan perutnya sangat lapar, seluruh kamar berantakan dan ia terlalu lelah untuk mencari pakaiannya, hanya ingat letak bubuk Floo dan menggunakannya untuk pulang kerumah Dursleys telanjang bulat, dengan badan penuh sperma dan wajah lengket karena cairan vagina Atkins yang mengering.
                “Hei, dimana dia?” kata harry berucap sendiri.
                “Enak sekali ngentot dengannya, andai bisa kuulang lain waktu” lanjutnya dan kontolnya mulai menegang sedikit, kini kepala kontolnya yang membengkak tidak masuk kedalam kulitnya, apalagi memang sedikit ngaceng.
                Pulanglah ia dengan bubuk Floo, dan seperti biasa ia melihat perapian rumah rumah lain.
                Sesampainya di rumah Dursley, ternyata semua lampu telah dimatikan. Bagus, karena di bertelanjang bulat. Tapi hal yang tidak diduga terjadi, Bibi Petunia sedang menuju dapur –mungkin ingin minum- tepat saat Harry berada dibawah sorotan cahaya bulan dan ia menjerit.
                “VERNOOOOOOOOOON!!! VERNOOONN!!!! LIHATLAH KEPONAKANMU INI!!” Teriak Bibi Petunia menjerit jerit dengan ekspresi wajah bodoh dan berlebihan yang sebenarnya sangat dibuat buat dan tidak perlu.
                “Dia berkeliaran dirumah dengan bertelanjang bulat dan…” omongannya tidak lagi berteriak.
                “Lihatlah anak yang mulai tumbuh besar ini! Badannya terlihat sangat seksi penuh bulu yng baru tumbuh, dan OH!! Kontolmu! Kontolmu sangat besar nak!! Lebih besar dari milik pamanmu.” Lanjutnya dengan suara sangat rendah yang bahkan hampir tidak terdengar, bahkan kali ini ekspresinya lebih bodoh dari yang sbelumnya.
                Harry masih diam mematung, sedikit takut jika pamannya datang dan mendapatinya bertelanjang bulat dengan kontol setengah ngaceng.
                Melihat kontol itu bibi Petunia ingin sekali memegangnya, namun segera Harry mundur dan menggenggam tangan bibinya dengan tangan yang lain ia berusaha menutupi kontolnya namun percuma, kontolnya sangat besar sekarang.
                “Jangan pernah berfikir untuk menyentuhnya dengan tangan tuamu yang kotor dan keriput itu!!” Kata Harry melemparkan tangan bibinya dan berlalu pergi menuju kamarnya. Tak lupa ia melakukan jampi memori secara non verbal agar bibinya lupa apa yang baru saja ia lihat.
                Mantranya berhasil, bahkan ia lupa untuk apa dia kedapur, kemudian kembali kekamarnya.
                Pamannya berlari menghampiri dan Harry melakukan hal yang sama padanya.
                Ia kemudian cepat cepat berlari kekamarnya dan memanggil manggil Dobby yang segera muncul.
                “Pergilah ke kementrian sihir dan katakan kalau kau yang melakukan jampi memori pada paman dan bibiku!”
                “Yes, sir!” Kata Dobby yang kemudian menghilang seketika dengan jentikan jarinya.
                Beberapa jam Harry terjaga menunggu Dobby yang tak kembali, namun juga tak satupun surat dari kementrian datang. Pasti Dobby berhasil meyakinkan Orang di sana. Kemudian Harry tertidur karena kelelahan. Masih telanjang dan kotor.

                Tak bisa tidur, Harry terbangun di tengah malam, memikirkan lagi ngentot yang sangat dasyat dengan Atkins. Kontolnya ngaceng lagi, dan badannya yang kotor membuatnya tidak nyaman. Ia pergi mandi ditengah malam dan dibawah guyuran air dari shower, Harry mengocok kontolnya sambil mendesah pelan agar orang orang tidak terbangun.
Lama dikocok kontolnya namun tidak juga keluar spremanya, Harry menyerah dan kembali ke kamarnya dengan telanjang bulat dan kali ini kontolya tegak mengacung keudara. Ia sangat menikmati berjalan keliling rumah dengan bertelanjang. Terasa aneh dan menegangkan, tapi juga menyenangkan.
                Kontol Harry yang sudah mulai lemas kembali menegang, ia berjalan ke dapur lagi, mengambil minum dan melihat keluar jendela.
                “Hey, belum pernah aku ngocok didepan umum! Bagaimana rasanya?” Katanya bergumam sendiri.
                Dilihatnya jam di dinding. Jam 4 pagi. Keluarga Dursley tidak mungkin akan terjaga selarut ini, fikirnya. Dengan segera ia berjalan ke halaman belakang rumahnya masih dengan bertelanjang, kontolnya semakin tegang bersama dengan jantungnya yg makin berdegub kencang menikmati sensasi kegilaannya ini. Ia berjalan semakin menjauh dari rumah, kontolnya bergoyang ke kanan dan kiri seiring dengan langkah kakinya sengaja mendekat kearah jalan agar semakin tegang suasananya apalagi jika ada orang yang lewat. Didekat bangku jalan ia berdiri tepat dibelakang lampu jalanan yang berwrna kuning remang remang. Mulailah dikocok pelan kontolnya yang sudah sangat tegang berurat dan sangat merah itu. Makin lama makin cepat, kontolnya maikn dibasahi lendir bening yg mengalir seperti air kencing membuat kocokan pada kontolnya bersuara ribut “CLK..CLK..CLK..!” terus menerus membuat kontolnya merasa makin nikmat mendengar suara itu, lama dikocoknya kontolnya pelan kadang pula cepat, dan suara ribut itu sepertinya didengar seseorang yg berada didalam rumah diseberang jalan. Lampu salah satu ruagan menyala dan terlihat siluet seseorang dibalik gorden sedang berjalan mondar mandir seperti menata sesuatu. Harry semakin gugup, jantungnya berdebar dasyat namun kocokan dikontolnya melemah dan kontolnyapun mulai menunjukkan tanda tanda melemas karena panik antara ingin pergi atau tetap disana denga segala resikonya.
                Harry tetap memilih tetap disana dan melanjutkan mengocok kontolnya yang kembali menegang sambil bersandar di bangku jalan namun tiba tiba gorden rumah itu dibuka dan seseorang muncul dari balik jendela. Harry terlonjak kaget ketakutan dan langsung berhenti mengocok kontolnya yag masih sangat tegang dan justru semakin tegang. Panik, Harry tidak tahu harus apa. Kakinya terasa berat untuk lari dan lidahnya terasa kaku untuk bicara.
                “SIAPA DISANA? SEDANG APA KAU?” Kata orang didepan jalan. Dia adalah teman Dudley sepupuya, pasti ia akan laporkan ini ke Dudley yang pastinya akan meneruskan berita ini ke orang tuanya. Gawat!!
                “HEY!! APA KAU SAUDARANYA DUDLEY?” Tanya anak itu lantang. Harry masih dalam keadaan shock tidk dapat menjawab apalagi lari.
                Anak itu keluar lewat jendela menghampiri Harry yang semakin gugup dan akhirnya mampu bergerak. Namun bukannya lari ia malah jongkok bersembunyi dibalik bangku taman.
                “Hey aku tahu apa yg kamu perbuat tadi dan aku tahu kau saudaranya Dudley kan?!”
                “Sssst… sebenarnya aku juga sedang ngocok!” sambungnya.
                Harry langsung menoleh kerah anak itu dan tatapannya langsung mendapati pemandangan yang tak terduga. Ternyata anak itu keluar rumah hanya dengan T-shirt dan celana Boxer dengan kancing didepannya dan kontolnya yang hitam dikeluarkan, pelernya juga.
                “Mau kubantu ngocok kontolmu? Aku berjanji tidak akan ada yang tahu apa yg kita lakukan. Kemari! Kontolmu besar sekali.”Anak itu memulai sambil menyuruh Harry kembali berdiri dan langsung saja memegang kontolnya.
                “WOW! Kontolmu sangat indah! Aku selalu ingin lihat kontol berurat secara langsung. Selama ini hanya kulihat di dalam majalah sex saja.”Lanjutnya.
                “Hei! Aku tidak pernah dikocok oleh anak laki.” Kata Harry.
                “Baik akan kubuat kau pernah, bagaimana?”
                Tanpa tunggu jawaban anak itu langsung mengocok kontol Harry.
                “WOW! Ternya kontolmu tidak disunat, dan kepala kontolmu merah sekali. Semua yg kusuka jadi satu dikontolmu.”
                “AAAAHHHHHH…. Kenapa kau suka kontol, bukankah kau juga punya? Dan apa itu disunat?” Kata Harry.
                “Ini, kau lihat kontolku! Tidak ada kulit penutupnya karena sudah dipotong untuk alasan kesehatan.” Katanya sambil menunjukkan kontolnya. Tidak menjawab mengapa dia suka kontol.
                “Maukah kau bantu anku ngocok kotolku? Jadi kita saling kocok”
                Tanpa menjawab Harry langsung mengocok kontol anak itu. Harry terbiasa mengocok kepala kontolnya dengan kulitnya, tapi anak ini tidak punya kulit untuk dikocok, Harry mencoba mengocok begitu saja kepala kontolnya tapi susah karena kering jadi lengket dan tidak licin.
                “Susah sekali, bagaimana caramu ngocok?” tanya Harry yang kesulitan mengocok kontol sunat anak itu.
                “Begini!” jawabnya sambil melepas kocokannya dikontol Harry dan langsung mengocok kontolnya sendiri. Diludahi tangan dan kontolnya dan dikocoknya kepala kontolnya. Harry yang sudah mengerti langsung meludahi tangannya sendiri, tak terpikir olehnya ludah bisa jadi pelicin.
                Kedua anak ini saling kocok kontol dengan erangan erangan tertahan, hanya suara kocokan kontol itu saja yang terdengar ribut bersahut sahutan.
                “Ah,ah,ah,ah,ah,ah,ah,AAAAAAAHHHHHHHHHHHH….!!” Teriak anak itu ketika kontolnya mulai merasa akan keluar pejuh. Ditariknya pinggulnya yang membuat kontolnya terlepas dari tangan Harry dan ia pun melepas tangan Harry dari kocokannya.
                “Aku tidak ingin cepat berakhir!” Anak itu menjawab kebingungan diwajah Harry.
                “Boleh kumasukkan kontolmu ke mulutku?” Lanjutnya.
                Tak menjwab, Harry menggenggam kontolnya memasukkan kedalam mulut temannya dan langsung menggerakkan maju mundur. Kepala anak itu dipegangya dengan kedua tangan dan dimaju mundurkan. Ia mengocok kontolnya dengan mulut temannya, makin  lama makin cepat membuat anak itu tersedak . Harry tidak peduli karena sudah hampir klimas dan tak lama CROOOOOOOOOOOOOOOOOTTTTT… semprotan sperma yg sangat banyak terjadi, disusul tembakan tembakan berikutnya. Mulut anak itu kini penuh dengan kontol besar dan sperma super kental dan banyak, tak sedikit jang negalir keluar mulutnya atau jatuh menetes.
                “Kemarikan spermaku, aku suka rasanya!” Kata harry menjulur tangan. Anak itu tidak memberinya ketangan tapi dengan gerakan cepat memindahkan sperma dimulutnya ke mulut Harry yang terkejut dengan aksi anak itu>
                “Apa apaan kamu?” Ucapnya marah merasa anak itu lancang menciumnya.
                “kau ingin sperma kuberi sperma, tapi bukannya kau mengambilnya justru marah marah” Kata anak itu sambil mengunya sperma Harry yang tidak bisa langsung ditelan.
                “Hey spermamu nikmat sekali!” Lanjutnya.
                “Ini disebut homoseksual, sudah biasa! Jngan kaget!” Terangnya yang langsung mencium Harry memberi spermanya.
                “Hmmm… sekarang aku yang akan mengocok kontolmu dengan mulutku.” Kata harry yang tanpa persetujuan langsung menyedot nyedot kontol hitam besar anak negro itu. Makin lam makin cepat dan CROOOOOOOOTTTT…. Keluarlah sperma anak itu, jauh lebih banyak dari sperma Harry tapi tidak sekental miliknya. Langsung saja dibaginya sperma itu dengan partner sex liar nya itu dengan berciuman dan Harry langsung kembali kerumah dalam keadaan berlari telanjang karena langit sudah mulai terlihat merah, hampir pagi.
------------------------------------------[TO BE CONTINUED]-------------------------------------------------

Harry Potter and the Sex Lesson [Part 2]

 Seperti Kisah Sebelumnya,
Kisah Harry Potter ini mengambil background story dari kisah asli Harry Potter versi J.K Rowling dengan tambahan kisah sensual ciptaan saya sendiri.
kontolbengkokenak.blogspot.com ---------------------------------
Pagi harinya sarapan untuknya sudah ada didepan pintu kamarnya beserta makan malam yang belum dia makan yang hanya tersisa sedikit karena dimakan sepupunya Dudley yang tidak tahan melihat makanan menganggur diatas meja.
                Harry memakan semuanya didalam kamar dengan cepat karena kelaparan dan tidak sabar ingin bertemu Dumbledore lagi untuk melanjutkan pelajarannya kemarin. Dengan hanya berbekal album yang kemarin dan sekantong bubuk Floo, Harry berlalu saja tanpa menyapa keluarga Dursley yang belum selesai sarapan menuju perapian didekat dapur, hanya menyampaikan kalau ia akn pulang larut malam. Bubuk Floo dilempar ke perapian dan dengan jelas menyebut Leaky Caoldron, lidah api berubah hijau dan Harry menghilang. Anak bodoh bernama Dudley berteriak histeris melihat sepupunya terbakar api hijau didalam perapian.
                Sampailah Harry dikamar yg dimaksud. Dumbledore sudah menunggu didalamya dengan tumpukan album yang lebih banyak lagi, membuatnya merasa percuma membawa album yg kemarin diberikan. Mereka saling menyapa sekedar memulai pembicaraan dan menghangatkan suasana.

                “Ini album tingkat lanjut untuk pelajaran kita kali ini. Yang masih harus dilakukan bertelanjang bulat.” Kat Dumbledore mengayunkan tongkat sihirnya ke udara, menerbangkan album itu ke arah Harry yang sedang melucuti pakaiannya.
                Kontolnya sudah sedikit ngaceng membayangkan isinya, ia hany melihat kerah Dumbledore sambil tersenyum malu dengan kontolnya yg belum apa apa sudah ngaceng.
                Kini di album ini tidak hanya ada foto para penyihir wanita –witches-, tapi juga para penyihir pria –wizards- yang juga bertelanjang dengan tubuh berotot padat dan kontol yang kekar seperti milik Harry. Para wizards itu banyak yang sedang bergaya memasukkan –bagi Harry menusukkan- kontolnya kedalam vagina pasangannya. Foto penyihir bergerak seperti gambar *.GIF di dunia kita, jadi foto fotoyang dilihat Harry tidaklah diam, tetapi terjadi gerakan berulang menusuk vagina itu.
                Di halaman lainnya para penyihir bertumpukan berbalik arah, masing masing kepala berada di depan kelamin masing masing, saling menjilt dn menghisap. Terlihat menjijikkan bagi Harry, tapi membayangkan kontolnya diperlakukan seperti itu membuat kontolnya makin ngaceng. Berbagai gaya dan posisi menusuk ada di album itu, dan ada keterangan nama posisi dibawah setiap foto: 69 untuk posisi saling silang, doggy untuk posisi witch yang sedang menungging, dan sebagainya.
                Di bagian akhir album itu, para penyihir baik yang pria maupun yang wanita menggenggam kontol didepan mulut penyihir yang wanita atau didepan vaginanya, menggerakkannya maju mundur cepat hingga cairan lendir putih yang lebih kental keluar dengan menyembur kencang dari bagian ujung kepala kontol yang menurut Harry seharusnya lubang keluarnya kencing.
                “Hafalkan isinya dan kita siap mengadakan Test!” Sela Dumbledore mengejutkan lamunan Harry yg sedang di angan angan. Lima menit di bolak baliknya buku itu untuk menghafal isinya yang sebenarnya tak perlu dihafal karena Harry sangat suka dengan isinya, hanya menambah ngaceng kontolnya saja.
                Selembar  foto perempuan yg sedang telanjang diambil oleh Dumbledore dan tongkat sihirnya diketuk kefoto itu. Isi foto itu keluar bersama ayunan tongkat Dumbledore: seorang wanita bernama Atkins.
                Wajah Harry kini sangat merah, malu, sange, gugup untuk praktek.
                “Begini tugasnya:  yang baru saja kau lihat di album itu namanya NGENTOT! Kau harus ngentot dengan perempuan itu, dia akan menuruti segala keinginanmu!”
                “Yes, sir!” jawabnya singkat dan langsung menghampiri perempuan itu dengan sumringah.
                “Dan satu lagi!” Sela Dumbledore mengarah ke Harry dan untuk pertama kalinya menyentuh kontol Harry.
                “Maaf aku menyentuh kontolmu! Gerakan ini namanya NGOCOK, dan ketika  kamu sudah mulai orgasme –kenikmatan puncak- yang ditandai dengan perasaan seperti ingin kencing, keluarkan kontolmu dan kocok dimanapun kau inginkan: didepan vaginanya, atau didepan wajahnya. Kau bahkan boleh mengocoknya degan kepala kontolmu didalam mulutnya.” Kata Dumbledore sambil mengocok ngocok kepala dan batang kontol Harry yg langsung mengerang kenikmatan. Baru kali ini dia merasakannya.
                “Okay sir, akan kucoba!” Jawabnya cepat.
                “Aku akan pergi demi kenyamananmu ngentot dengnnya!” Sahut Dumbledore sambil berlalu keluar dan menyentuhkan ujung tongkatnya pada mata lukisan di dinding tanpa diketahui Harry. Kini mata lukisan itu adalah matanya juga, Dumbledore tetap melihat Harry ngentot melalui mata lukisan.
                “Terimakasih, sir!” jawab Harry yang langsung saja menciumi Atkins dengan ganas, lebih ganas dari Cho Chang.
                Harry meremas payudara Atkins, sesekali memainkan putingnya, satu tangan yang lain mengelus ngelus bagian luar vagina Atkins. Tak lama tangannya meremas kontolnya sendiri, masih sambil berciuman. Tangan Atkins meraih kontol Harry dan mengocoknya lembut sambil mengarahkan tangan Harry untuk memegang vaginanya. Lagi lagi hari tak mampu menahan kenikmatan ketika kepala kontolnya dikocok, ia mengerang dalam ciuman, pinggulnya bergerak sendiri maju mundur.
                Atkins lalu jongkok didepannya dan mulai memasukkan kontol besar Harry kedalam mulutnya. Kenikmatan yg luar biasa dirsakan Harry, ia tak mampu untuk tidak mendesah “Aaah… Aaahh….!!” Lututnya terasa lemas hingga Harry berkali kali hampir jongkok. Geli dikepala kontolnya sangat tak tertahan, dicabutnya kontol itu dari mulutnya beberapa saat kemudian dimasukkan lagi. Harry mengerang makin dasyat saat Atksin mengocoknya dengan mulutnya semakin cepat tapi menahan pantat Harry agar tidak dilepaskan lagi kontolnya.
                Ingin gaya yang lain, Harry mendudukkan Atkisn di pinggiran ranjang dan mulai membuka kakinya agar vaginanya terekspose. Melihat vagina rapat berbulu tipis didepan wajahnya Harry semakin bernafsu, diciumnya vagina itu seperti ia mencium bibir Atkins, kontolnya makin berdenyut nikmat, semakin banyk lendir2 bening mengalir keluar dan jatuh dilantai kamar.
                Atkins yg sedang kenikmatan ingin segera dientot, namun Harry masih ingin menciumi  bibir vaginanya hingga tubuh Atkins mulai menegang dan dia mundur menarik vaginanya menjauh dari mulut nakal Harry kemudian langsung menariknya untuk menciumnya sambil menindihnya. Atkins mengarahkan kontol Harry yang sangat kaku untuk menusuk vaginanya.
                “AAAAARGHHHHHH!!!” Kehangatan vagina Atkins membuat kenikmatan yg didapatkan semakin menjadi jadi, begitu juga erangan Harry makin tak ragu untuk dikeras keraskan tanpa peduli ada yang dengar.
                Berbagai gaya dilakukan dengan penuh erangan keras Harry yang semakin terlihat seksi dalam keadaan sange dan bersimbah keringat. Sesuatu yang dikatakan Dumbledore tentang kenikmatan puncak hampir terjadi, cepat cepat dicabutnya kontolnya dari vagina Atkins dan diarahkan kemulutnya sambil dikocok kocok cepat dan terjadilah tembakan Cairan putih seperti yang ia lihat di album namun dalam intensity yg jauh sangat kental dan bertekstur bagaikan bubur bayi. (kontolbengkokenak.blogspot.com) Lebih dari 10 tembakan cairan itu keluar dari ujung kontolnya bersamaan dengan rasa nikmat yang sangat keterlaluan enaknya membuat Harry mengerang hampir menangis, bahkan ketika orgasme klimaks tersebut mulai mereda, semburan spremanya masih berlanjut hingga mulut Atkins benar benar penuh dan itupun belum lagi sperma yg bertumpahan ke dada dan perutnya, juga wajah dan rambutnya. Dengan bernafsu dan penasaran Harry kemudian mencium Atikns yang  mulutnya masih penuh sperma. Mereka  berbagi sprema dalam ciuman, kekentalan sperma Harry yg sangat kental itu membuat sperma itu bahkan bisa dikunyah. Bagi Harry rasanya unik dan enak.
                Atkins masih saja ingin menghisap kontol Harry, dijilatnya ujungnya yang masih ada sperma menggantung, kemudin dimasukkannya seluruh kontol itu kemulutnya. Harry yang merasakan ngilu refleks mencabut kontolnya lagi, namun Atkins sudah antisipasi dan memegangi pantat Harry agar tidak lepas. Digulingkannya Harry agar terlentang, masih disedotnya kontol itu, bahkan kini selain memainkan pelernya, tangan nakal Atkins mulai mengarah ke lubang pantat Harry yg sudah lemas tak berdaya. Dimsukkan jarinya kedalam lubang pantat Harry, dia lakukan gerakan keluar masuk, yang makin lama makin kencang, sambil terus menyedot kontol Harry. Makin lama makin cepat, hingga tiga, kemudian empat jarinya dimasukkan. Harry merasa aneh tapi nikmat hanya mampu mendesah tak berarti. Atkins semakin gemas menusuk nusuk lbang pantat Harry, bahkan kini tidak lagi menyedot kontolnya tapi menjilati dinding luar lubang pantat Harry.
                Tak lama Harry mengerang kenikmatan dan kembali kontolnya menembakknak cairan putih kental itu ke perut, dan dadanya. Bahkan saking kuatnya tembakan itu beberap kli mengeni wajah Harry yang sanyat menikmati terkena semprotan spremanya sendiri.
                Atkins langsung meraih kontol yang sedang berguncang itu dan memasukkan kedalam mulutnya, mengambil semua sisa semburan sprema untuk dirinya sendiri, kemudian menduduki kepala Harry agar Vaginanya yang belum terpuaskan dijilati lagi oleh Harry. Atkins melakukan gerakan maju mundur dan menekan agar lebih merasakan nikmat, hingga akhirnya ia menatap keatas dan berteriak teriak dan bergerak diluar kendali seperti seseorang yang terkena kutukan Crucio, namun ini kebalikannya. Dari vaginanya keluar cairan seprti sup dengan menyemprot sangt kuat seperti shower. Harry terkejut dengan itu namun sangat menikmati seluruh wajah dan mulutnya kebanjiran cairan dari vagina Atkins.
                Kembali Harry mengocok kontolnya sambil duduk, Atkins menghampiri dan menduduki kontol itu lagi dan terjadilah Ngentot lagi. Atkins bergerak naik turun cepat sambil masih mencium Harry, semakin lama semakin cepat dan akhirnya banjir cairan dari vagina Atkins terjadi lagi, cairan hangat itu makin menambah kenikmatan kontol Harry, begitu juga jepitan Vagina Atkins yang semakin erat. Harry menggerakkan kontolny keluar masuk vagina Atkins makin cepat dan CROOOOOOOOOTTTTT!!! Keluarlah spremanya untuk ketiga kali, dan kali ini didalam vagina Atkins.
                Merasa kelelahan, Harry rebahan di kasur dengan tangan dibelakang kepalanya tertidur. Atkins menjilati ketiaknya sambil memainkan pelernya dan mengocok ngocok kontolnya dan menciumi bibir Harry tanpa dibalas. Harry sudah tertidur.
-----------------------------------------------[TO BE CONTINUED]-------------------------------------------------------

Harry Potter and the Sex Lesson [Part 1]



Kisah Harry Potter ini mengambil background story dari kisah asli Harry Potter versi J.K Rowling dengan tambahan kisah sensual ciptaan saya sendiri.



             Suatu hari di masa liburan musim panas, Dumbledore datang ke kamar Harry Potter dengan berapparate dan dengan terburu mengajak Harry meninggalkan privet drive dengan izin paman dan bibinya tentunya. Mereka meninggalkan privet drive dengan berapparate juga. Harry merasakan kembali sensasi beerapparete yg sudah dikenalnya namun dibencinya dan tiba di The Leaky Cauldron. Harry yakin mereka akan ke Diagon Alley, namun tidak yakin untuk apa.
“sir, apa yang aka…”
“Sshhh…!” Dumbledore menyela.
“Ikuti saja aku dan jangan menarik perhatian! Kita tidak sedang menuju ke Diagon Alley, ada yang harus kita bicarakan.” Sambung Dumbledore cepat.
“Lalu apa yang---“
                Dumbledore tidak menjawab, hanya berlalu dan memberi tanda kepada Harry untuk mengikutinya ke lantai dua bangunan usang itu menuju satu kamar yang telah lebih dahulu dipesan oleh Dumbledore. Pria tua itu membuka pintunya dengan terburu dan kemudian mendorong Harry untuk masuk terlebih dahulu baru disusul oleh dirinya. Dumbledore menutup pintu dengan cept dan
“nah!! Semua ini ada hubungannya dengan hal yg baru saja terjadi di tahun kelimamu, dan di usiamu sekarang sudah sehrusnya kau tahu te--“
                “Apa ada hubungannya dengan Voldemort?” Sela Harry.
                “Tidak, ini masalah kedewasaanmu!”
                “Kedewasaan saya, sir?”
                “Ya, dan baiknya kita bicarakan sambil bertelanjang.”
Beberapa detik terjadi keheningan, hanya tatapan bingung Harry.

                “Ya, bertelanjang! Tidak memakai pakaian!” Dumbledore memecah keheningan.
                “Hanya kamu yang bertelanjang tentunya!!”
                “Ayolah nak, kita sesama laki laki tak perlu malu!!”
                “Baiklah, sir!!” jawab Harry tak mengerti.
                Anak itu langsung saja melucuti pakaiannya satu persatu tanpa malu didepan Kepala sekolahnya itu. Dia sudah bukan bocah lagi, kini dadanya beerbentuk bidang dan sudah ditumbuhi bulu  bulu halus, otot perutnyapun mulai terlihat membentuk six-packs alami yang juga ditumbuhi bulu halus yang merupakan perpanjangan dari bulu bulu di pangkal penisnya yang membentuk segitiga terbalik. Penisnya putih mulus bergelantung didepan kantong testikelnya, terlihat besar dan gagah untuk anak berusia enambelas tahun dengan panjang sekitar tiga inchi (7,5CM) dan diameter 1,25 inchi (3CM). Dan seperti kebanyakan anak diera ini, penis putihnya tidak disunat sehingga kepala penisnya tertutup oleh kulitnya meski tidak tertutup sempurnya. Kepala penisnya sedikit keluar dari kulit penutupnya.
                Dumbledore kemudian menjelaskan padanya kalau semua perubahan pada tubuhnya itu adalah tanda tanda kedewasaan seorang pria normal, namun mengingat kejadian dan life-style Harry, Dumbledore merasa ragu tentang kesempurnannya sebagai pria dewasa. Maka dari itu Dumbledore ingin mengadakan test kecil.
                Dengan gerakan anggun ia mengangkat tongkat sihirnya dan menggambar bidang persegi diudara yg segera diikuti dengan percikan api disetiap gerakan tongkatya (Bayangkan Rudi Tabooty –chalk zone—menggambar dengan kapurnya). Dari sana muncul sebuah buku biru turun dengan perlahan ketangan Dumbledore yang dengan segera menyerahkannya kepada Harry yang sedang berdiri telanjang tept dihadapan wajahnya.
                “Duduklah, dan lihatlah isi album itu!” Perintahnya kepada Harry yang mulai merasa aneh.

                Dibukanya album itu dan ternyata didalamny berisi foto foto beberpa penyihir wanita bertelanjang bulat atau setengah telanjag dengan bergaya sexy, bahkan ada yang menusuk vagina berbulu tipisnya dengan tongkat sihir, atau dengan jari mereka sendiri dengan berexpresi sangat sexi dan menggoda.
                Tiba tiba saja penis putih mulus Harry berdenyut. (kontolbengkokenak.blogspot.com) Makin lama makin kencang dan lama kelamaan makin mengeras, ukurannya bertambah besar dan panjang, kepala penisnya keluar dari kulit penutupnya dengan sangat basah dipenuhi cairan lendir bening cair yang menetes perlahan jatuh ke pinggiran kasur. Penis yang tadinya putih mulus menjadi merah dan penuh otot, pembuluh darah terlihat bermunculan berwarna biru dan ungu di beberapa bagian, benjolan bulat panjang berbentuk tabung terlihat jelas di bagian bawah penisnya dari pangkal sampai mendekati kepala penisnya yang makin memerah. Wajah Harry juga memerah, malu sekaligus terangsang.
                Merasa sesuatu terjadi pada penisnya, Harry menyentakkan album itu dengan segera untuk melihat penisnya dan mendapati penisnya sangat merah berurat dan melihatnya dengan ngeri.
                “APA YANG TERJADI PADANYA SIR?” Kata Harry sambil terlonjak ketakutan. Memang selama ini penisnya tidak pernah mengalami ereksi sehebat itu, hanya menegang sewajarnya saat bangun pagi.
                “Tenang nak! Itu biasa terjadi. Penismu sedang ereksi hebat. Penis juga disebut KONTOL, dan ereksi disebut NGACENG. Mari mulai menggunakan istilah itu.” Sahut Dumbledore menenangkan Harry.
                “Kenapa dengan kontol saya sir? Apa album ini ada kutukan? Kontol saya tidak pernah ngaceng seperti ini sir!” tanya Harry ketakutan.
                “Itu normal Harry, pria dewasa yang sedang terangsang ngaceng seperti itu, berbeda dengan saat kau bangun tidur.”
                Panjang lebar Dumbledore menceritakan tentang kontol, ngaceng, nama lain terangsang yaitu sange, dn sejenisnya hingga tampak kontol Harry tidak lagi ngaceng dan merah. Kontolnya sudah kembali normal: putih mulus dan tidak berlendir, dan kini langit diluar jendela sudah terlihat gelap jadi Dumbledore mencukupkan pelajaran hari ini dengan memberikan album itu dan bubuk floo pada Harry untuk digunakannya pulang dan kembali ke tempat yang sama besok. Dumbledore juga berpesan kepada Harry agar jangan lakukan apapun pada kontolnya hingga esok mereka bertemu lagi.
                Tiba dirumahnya, Harry langsung berlari kekamarnya dan melewatkan makan malam, lapar diperutnya tidak dirasakannya karena penasaran. Dikamar ia langsung melucuti seluruh pakainnya dan langsung melihat lihat lagi isi album itu. Ia sangat penasaran bagaimana dengan melihat isi album itu kontolnya bisa membesar seukuran pegangan tongkat baseball dan kepala kontolnya semerah darah dipenuhi lendir. Harry membayangkannya seperti buah cherry merah yng baru dikeluarkan dari kaleng cherry yang penuh mapple syrup. Belum lagi kenyataan kalau kontolnya tidak sedang ngaceng mengarah keabawah, namun ketika ngaceng dan berukuran besar --logikanya akan semakin berat—justru berdiri dengan sangat tegak hampir menyentuh perutnya. Masih didalam otaknya kata terangsang atau sange itu adalah nama kutukan. Harry tertidur dalam keadaan telanjang bulat dengan kontol masih ngaceng dan album ditangannya.



-------------------------------------------[TO BE CONTINUED]--------------------------------------